Bagaimana Mendapatkan Uang Puluhan Juta dari Lomba Blog

0
276
lomba blog dan kontes seo

Mengikuti lomba blog merupakan kegiatan yang menyenangkan. Selain karena faktor hadiah, mengikuti kontes blog dapat menjadi ajang menjajal kemampuan menulis bagi para blogger. Bagi mereka, itu semacam iseng-iseng berhadiah.

Tulisan ini sebenarnya postingan yang tertunda. Seharusnya, artikel ini saya publikasikan pada peringatan Hari Blogger Nasional yang diperingati setiap tanggal 27 Oktober 2020. Namun, karena alpa, saya lupa menayangkannya.

Nah, saya akan berbagi pengalaman bagaimana saya mendapatkan uang puluhan juta dari mengikuti lomba blog. Ini tidak saya maksudkan untuk gagah-gagahan, melainkan memotivasi teman-teman semua agar tidak membiarkan blognya berjelabah terlalu lama. Soalnya, ngeblog itu sangat asik dan mengenyangkan menyenangkan.

Mengikuti lomba blog dapat menjadi salah satu alternatif cara menghasilkan uang dari internet. Soalnya, banyak perusahaan dan platform menggelar blog competition demi membangun dan memperkuat brand mereka. Mereka pun mengajak para blogger untuk meramaikan lomba, selain melalui article placement.

Para blogger sering memasukkan lomba blog atau blog competition sebagai salah satu cara menghasilkan uang dari internet. Apalagi jumlah hadiah dari kontes blog itu cukup besar dan tentu saja menggiurkan. Misalnya, hadiah utama berupa sebuah mobil, sepeda motor, atau seperangkat alat elektronik. Hadiah dalam bentuk smartphone itu sudah biasa bagi penulis blog.

Umumnya, hadiah dari sebuah lomba menulis blog itu berupa uang tunai, voucher atau traveling ke sebuah tempat/negara. Saya sendiri pernah mendapatkan hadiah berupa gadget, printer, jam tangan dan tumbler. Sementara jumlah uang yang saya hasilkan dari kontes blog itu sepanjang yang saya ingat itu lumayan untuk seorang blogger amatiran seperti saya.

Baca juga: Cara Mendapatkan Uang dari Menulis Opini di Medium

Lomba blog SEO

Sebagai seorang blogger, saya memulai mengikuti lomba blog SEO dengan sangat buruk. Lomba SEO pertama yang saya ikuti adalah kontes dengan kata kunci “Stop Dreaming Start Action” yang dibuat oleh seorang blogger. Saya mengikuti lomba itu seperti seorang tentara yang maju ke medan perang tanpa membawa senjata. Ya, pengetahuan saya tentang SEO tidak ada sama sekali alias nol.

Bahkan saya tidak tahu apa itu SEO dan bagaimana cara mesin pencari bekerja. Maklum saya, saya hanya bikin blog sekadar untuk menyimpan tulisan. Apa yang saya lakukan? Saya menyisipkan kata kunci yang dilombakan di setiap paragraf, teknik yang hari ini dikenal dengan stuffing keyword. Mengingat itu, saya jadi ketawa sendiri.

Jangan tanya nasib blog saya (saat itu masih menggunakan blog gratisan) di mesin pencari, karena ia tenggelam di dasar dan sama sekali tidak muncul di search engine result pages (SERP). Setelah gagal dalam lomba blog SEO itu, apakah saya lantas menyerah? Tidak. Saya masih berani mencoba bertarung dalam kontes SEO dengan kata kunci Iklan Internet Murah Efektif Berkualitas Indonesia dan Yamaha R15 dan Yamaha R25 Motor Sport Racing dan Kencang. Di kedua lomba tersebut, saya juga gagal.

Sebagai seorang pembelajar, saya banyak belajar dari kegagalan tersebut. Kegagalan itu tidak lantas membuat saya menyerah. Bagi saya, kalah dalam kontes blog itu tidak berarti dunia sudah runtuh. Malah, itu memberi stimulus untuk membuat saya terus belajar dan serius memperdalam pengetahuan tentang SEO. Dalam hal ini, ada beberapa orang yang berjasa memberi saya pemahaman tentang SEO, di antaranya Maymoen Doank, Fadli Idris, Pozan Matang dan Safrizal serta beberapa nama yang tidak akan senang jika saya tulis di sini.

Sebagai informasi, pemenang dalam lomba blog SEO itu dihitung berdasarkan rangking dan posisi blog di mesin pencari Google. Jadi, panitia dan juri hanya bertindak sebagai tenaga administrasi yang memastikan bahwa peserta mengikuti dan mematuhi persyaratan dari lomba. Mereka tidak berwenang menentukan pemenang. Pemenangnya murni berdasarkan rangking blog di Google berdasarkan kata kunci yang dilombakan.

Baca juga: Google Opinion Rewards, Aplikasi Penghasil Dollar dari Google

Lomba review di blog

Saya sering bilang pada teman saya yang juga seorang blogger dan rajin ikut lomba seperti saya, bahwa saya mengikuti lomba blog review sama sekali bukan untuk menang, melainkan hanya ikut meramaikan saja. Soalnya, saya tidak yakin bisa menang. Karena itu, saya menargetkan kata kunci dari tema yang dilombakan. Minimal ada trafik yang mengarah ke blog saya. Iseng-iseng berhadiah namanya.

Pun begitu, meski tidak semujur mengikuti lomba SEO, blog saya pernah jadi juara meski bukan juara satu. Misalnya, blog saya pernah menjadi juara 2 untuk kategori artikel dengan jumlah pembaca terbanyak (maklum, saya targetkan kata kunci lomba).

Dibandingkan dengan lomba SEO, jumlah hadiah yang saya terima dari lomba blog ini tidaklah seberapa. Jauh sekali jika dibandingkan dengan hadiah yang saya terima dari kontes blog SEO. Kalau dihitung-hitung pun, uang hadiah dari lomba SEO juga kecil. Ia menjadi bernilai karena kita bersyukur.

Dengan mengikuti lomba blog, secara tidak langsung saya sudah ikut menulis untuk blog saya. Soalnya, belakangan ini saya jarang sekali memposting tulisan terbaru di blog. Jadi, lomba blog itu memberi saya semangat lebih untuk menulis artikel di blog.

Targetnya pun tidak muluk-muluk. Tidak harus jadi pemenang. Soalnya, di luar sana ada banyak blogger yang tulisannya bagu-bagus, terutama untuk jenis lomba review. Untuk menjadi pemenang, kita harus bersaing dengan banyak blogger yang punya jam terbang tinggi, dan mereka sudah sangat sering memenangkan lomba. Andai blog saya jadi pemenang, itu saya anggap sebagai bonus.

Baca juga: Pengguna Instagram Kini dapat Menghasilkan Uang dengan Fans Badge

Belajar dari lomba blog SEO

Namun, saya membuat pengecualian untuk lomba jenis SEO. Lomba yang menargetkan kata kunci tertentu, dapat menjadi medium pembelajaran bagi kita yang sedang mendalami ilmu SEO. Saya banyak sekali mendapatkan pencerahan dan pengetahuan baru selama mengikuti lomba SEO, terutama tentang bagaimana bersaing menjadi yang terbaik. Kita juga dapat belajar bagaimana para pakar SEO membuat konten yang membuat blog mereka nangkring di posisi pertama.

Seperti kita tahu, ada banyak sekali faktor yang membuat sebuah konten blog nangkring di halaman pertama (page one) hasil pencarian Google. Secara diam-diam kita belajar dari pakar SEO tentang bagaimana mereka mengoptimasi konten blog. Misalnya, kita bisa menganalisa backlink yang mereka gunakan, jumlah DA/PA, serta cara mereka menempatkan kata kunci dalam postingan. Dari hasil analisa tersebut kita jadi tahu letak kelebihan dan kelemahan konten blog mereka. Lalu, kita belajar membuat konten blog yang jauh lebih bagus dari mereka. Setidaknya itulah yang saya lakukan ketika mengikuti beberapa SEO.

Mengikuti lomba SEO membuka kesempatan untuk kita belajar menjadi yang terbaik. Yaitu belajar dari kesalahan optimasi yang kita lakukan. Ini, misalnya, pernah terjadi ketika saya mengikuti lomba SEO dengan kata kunci “Stimuno untuk balita”. Lomba dengan durasi 3 bulan tersebut, blog saya sebenarnya sempat nangkring di halaman pertama dalam dua bulan pertama. Tapi, begitu masuk bulan ketiga, blog saya tenggelam (hilang) dari hasil pencarian. Saya sempat kebingungan karena tidak tahu apa yang terjadi.

Lalu, saya coba cari tahu dengan menggunakan tools SEO gratis untuk menganalisa konten blog saya, dan hasilnya membuat saya benar-benar kaget: konten saya diserbu oleh ribuan backlink yang berasal dari blog judi, situs porno serta website yang sudah kena penalti dari Google. Saya sempat mencatat beberapa ‘kata kunci” jorok yang mengarah ke blog saya, hingga akhirnya konten blog saya ditandai “naked”.

Di tengah kepanikan itu, saya mengganti url postingan blog saya, dengan harapan blog saya kembali muncul di halaman pertama untuk kata kunci “stimuno untuk balita”. Rupanya, mengganti url itu sebuah langkah keliru, karena postingan tersebut tidak juga muncul di halaman pertama, bahkan postingannya masih menghilang. Alhasil, blog saya tidak menjadi salah satu pemenang lomba. Hasil ini nyaris membuat saya tidak lagi bersemangat mengikuti lomba yang penentuan pemenangnya berdasarkan rangking pada hasil mesin pencari.

Setelah kejadian itu, saya jadi tahu bahwa mengganti url termasuk riskan. Sesuatu yang tidak lagi saya lakukan ketika mengikuti lomba selanjutnya. Padahal, ketika diserbu puluhan ribu backlink dari situs yang tidak diharapkan tersebut, kita bisa menolaknya. Kita dapat menggunakan tools gratis menolak backlink, Google Disavow Tool.

Baca juga: Tips Menulis Artikel Agar Dimuat di Koran Nasional

Hadiah dari kontes blog

Lalu, berapa uang yang pernah saya dapatkan dari mengikuti lomba blog? Inilah beberapa yang pernah saya catat.
1. Juara 6 lomba SEO dengan keyword “sabun transparan adev natural” (Rp600.000)
2. Juara 11 lomba SEO SafelinkBlogger (Rp100.000)
3. Best SEO lomba menulis blog Shopee Liga 1 (Rp2.000.000)
4. Juara 8 kategori best views lomba NowMe Indonesia (Rp500.000)
5. Juara 5 lomba SEO dengan keyword “Souvenir Tumbler Murah, Beli Aja di Souvenirku.id” (Rp500.000)
6. Juara 1 lomba SEO dengan keyword “cara berhenti donasi unicef” (Rp7.000.000)
7. Juara 1 lomba SEO dengan keyword “halodoc konsultasi dokter” (Rp8.500.000)

Oh ya, sebenarnya saya berpeluang menjadi juara lomba SEO blog dengan kata kunci, obat asam urat mosehat, tapi blog saya dikalahkan oleh juri. Berdasarkan hasil pencarian sesuai jadwal penentuan pemenang, blog saya mendapatkan posisi satu pada hasil pencarian. Hanya saya, saya dianggap tidak memasang banner lomba di halaman utama (homepage), dan itulah alasan yang digunakan dewan juri.

Sebelum menutup tulisan ini, saya mau sampaikan bahwa blog saya sedang bersaing dalam lomba SEO dengan kata kunci “seva pusat mobil murah” yang digelar oleh SEVA bekerjasama dengan Sosiago. Saya berharap dapat menjadi pemenang dalam kontes blog SEO tersebut. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here